News Update :
Showing posts with label National. Show all posts
Showing posts with label National. Show all posts

Demonstran Terkena Tembakan Peluru Karet

Aksi Demonstrasi yang Berlangsung Di Kawasan Bandara Polonia Berlangsung Ricuh.
Para Pendemo Mencoba Menguasai Lokasi bandara namun Pihak aparat kepolisian Menghalau Aksi Para Pendemo. Pada Saat Kericuhan Terjadi, Pihak Kepolisian yang sedang mempertahankan desakan-desakan dari para demonstran Tiba-tiba Menembakkan Senjata, dan pada saat itu Mantono lelaki Berusia 26 tahun terkejut saat dia sedang asik menonton rekan-rekanya beraksi tiba-tiba lelaki tersebut merasakan ada sesuatu tendangangan yang begitu keras mengenai bagian atas dadanya. Awalnya dia tidak sadar kalau tendangan itu adalah peluru yang baru saja ditembakkan oleh aparat yang sedang menghalau para pendemo. Padahal saat itu mantono berada dibarisan belakang dan hanya menonton rekan-rekannya.

Setelah kejadian itu mantono menjalani pemeriksaan di ruang ICU Rumah sakit Elisabeth Medan. Mantono menjelaskan kronologis kejadian saat itu.
Setelah mendengar suara tembakan, aku terkejut karena dadaku seperti kena lemparan keras, rupanya aku terkena tembakan peluru karet ,ucap Martono usai menjalani pemeriksaan di ruang ICU.
Martono juga menjelaskan bentuk peluru yang menghantam dadanya, peluru karet itu sebesar gagang sapu yang tidak terlalu panjang, ungkapnya.
Warga Desa Kwala Begumit Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat tersebut merupakan anggota Kelompok Tani binaan Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sumut. Setelah terkena tembakan, dia memang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth Medan. “Seharusnya aparat memberikan tembakan peringatan ke atas, tetapi justru langsung ke arah peserta demo. Ini jelas menyalahi dan pelanggaran hukum. Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro harus bertanggungjawab atas ini semua,” ucap Ketua Umum FRB Sumut, Alimuddin AG.
Selain menentang kenaikan BBM, lanjut Alimuddin, dia dan rekan berusaha memperjuangkan lahan yang sudah direbut oleh pihak PTPN II dan perusahaan perkebunan swasta. “Kami tidak akan tinggal diam. Kejadian ini akan kami laporkan ke pihak berwajib. Kami akan melakukan gerakan lebih besar lagi,” tegasnya.
Sementara Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang dikonfirmasi Sumut Pos di Bandara Polonia membantah kenyataan itu. Menurutnya, tidak ada anggota yang melakukan penembakan peluru karet ke arah demonstran. “Tak ada itu. Mana yang menjadi korban penembakan itu. Tunjukkan kepada saya di mana dia. Kalau memang ada pasang besok fotonya, biar saya melihatnya,” ucapnya. (adl/gus/rud)

Aksi Penolakan Kenaikan BBM Oleh Mahasiswa ITM - Medan

NLS/Medan – Ratusan Mahasiswa Institute Teknologi Medan (ITM) Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan kampus ITM jl. Gedung Arca Medan. Aksi Unjuk rasa tersebut adalah sebagai Penolakan Rencana Pemerintah Menaikkan Harga bahan Bakar Minyak (BBM). Sebelum-Sebelumnya Aksi Mahasiswa di tanah air dalam Penolakan Rencana Penaikan Harga BBM ini telah Berlangsung.. diberbagai Media massa bias kita lihat bagai mana aksi-aksi mahasiswa dalam memperjuangkan Penolakan Atas Rencana Pemerintah Menaikkan Harga BBM.

Aksi yang dilakukan Oleh Mahasiswa Institut Teknologi medan di depan kampus tepatnya di Jl. Gedung Arca Sempat Mengakibatkan kemacetan di sekitaran Kampus seperti Jl. Hm.Joni, Jl. Jati, Jl.Pejalar dan Sekitaran Stadion Teladan sehingga Polisi terpaksa menutup Arus lalu Lintas Menuju Jalan Gedung Arca karena dipergunakan Mahasiswa berunjuk rasa.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut mahasiswa ITM melakukan aksi Bakar Ban dan Aksi Teatrikal Bertema “Penolakan Kenaikan Harga BBM tepatnya di Persimpangan Jl. Gedung Archa dan Jalan Hm.Joni Medan.

Aksi Unjuk rasa Mahasiswa ITM tersebut di Koordinatori Oleh Mahasiswa yang Mengatas Namakan “Kesatuan Aksi Mahasiswa Institut Teknologi Medan (KAM-ITM), Julianus, Mengatakan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono tidak berpihak Kepada Rakyat Kecil, Pemerintah tidak mampu Mengelola sumber daya Alam Indonesia, Ungkap Julianus.

Para mahasiswa Yang Berunjukrasa yang bergabung atas nama “Kesatuan Aksi Mahasiswa Institut Teknologi Medan” (KAM-ITM) Mengatakan sikap Menolak Kenaikan Harga BBM, Nasionalisai Aset-aset Asing Demi Kesejahteraan rakyat Indonesia, Mengancam tindakan represif TNI dan Polri terhadap aksi Penolakan BBM, Mahasiswa juga menuntut agar pemerintah Mewujudkan Pendidikan Gratis, ilmiah, Objektif yang bertujuan untuk Kesejahtraan Rakyat Indonesia serta Menuntut Para Pihak Pengusaha maupun Negara yang mengambil dan merampas Tanah milik Rakyat agar segera di kembalikan Kepada Rakyat.
Selama Mahasiswa Berunjuk rasa dan Berorasi menuntut Kebijakan-kebijakan Pemerintah yang tidak Berpihak Kepada Rakyat tersebut berakhir dengan damai
Hingga Sore tadi Mahasiswa Melakukan Long March di seputaran Stadion Teladan.

Pedagang Tradisional di Air Joman Terkatung-katung

[27/01/12]NLS,Kisaran – Sebahagian dari pedagang tradisisonal pasar Air joman terkatung-katung nasibnya sebagai korban rehabilitasi Pasar Air joman, betapa tidak, pada tanggal 10/1/2012, ketika sejumlah pedagang tradisional berdialog dengan komisi B DPRD Kab. Asahan yang dihadiri oleh pihak Dinas Tata Kota, untuk sementara disepakati bahwa pedagang yang telah lama menempati jualanya (lapak)nya dikembalikan ketempat semula untuk ditata ulang kembali penempatanya, kemudian tindak lanjut dari pertemuan antara pedagang, Komisi B dan Dinas Tata Kota, Pada tanggal 13/1/2012 Komisi B turun kelokasi untuk melihat secara langsung akar permasalahan yang muncul. Dan dihadapan para pedagang di Pasar Air Joman tersebut Komisi B tetap berpendapat seperti pada pertemuan sebelumnya yaitu pedagang lama kembali ketempat semula yang oleh pedagang diistilahkan “Kembali ke Lattop”. Pandangan yang disampaikan oleh Komisi B tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh pedagang, karena pedagang beranggapan bahwa wakil rakyat itu tentu akan berpihak kepada rakyat mengingat bahwa merupakan salah satu konstituen dari para wakil rakyat yang duduk di DPRD Asahan.

Namun kenyataannya setelah para wakil rakyat pulang, apa yang dijanjikan dan diucapkan tidak sesuai dengan harapan. Selidik punya selidik rupanya kepentingan terhadap pasar Air Joman juga dijadikan sebagai kepentingan uang dan kepentingan politik, betapa tidak…! Ternyata ada salah seorang anggota DPRD yang konstituenya pada pemili yang lalu berasal dari Air Joman malah tanpa sadar berucap pada temannya sesame anggota DPRD namun beda komisi mengatakan…”Pak.. Anu. Bapak Komisi B kan ? kalau nanti ditanya oleh pedagang tentang Pasar Air Joman katakana bahwa apa yang telah diputuskan oleh Dinas Tata Kota itulah yang terbaik, dan kami di DPRD sepakat menyetujuinya bilang begitu ya Pak..! Jangan Bela Pedagang Yaa…” Bahkan diperoleh informasi bahwa anggota DPRD yang berkata itu yang paling sibuk menempatkan kerabatnya yang bukan pedagang untuk menempati salah satu kios yang ada di Pasar Air Joman, dan ini telah diketahui oleh sebahagian besar pedagang.
Dari informasi yang diperoleh pedagang ternyata Para penyewa Kios-Kios dan Losd di pasar Air Joman adalah merupakan kerabat dari pejabat dan anggota DPRD, selain itu oknum-oknum yang banyak memiliki uang yang mampu memberikan sejumlah uang kepada oknum-oknum pegawai Dinas Tata Kota agar dapat menempati tempat-tempat tertentu dipasar Air Joman dengan mengabaikan para pedagang-pedagang yang telah lama berjualan tapi tidak mampu membayar uang pada oknum-oknum dimaksud.
Ditempat terpisah Ilham Siregar dari Aliansi Jurnalis dan LSM Asahan mengatakan…”Bahwa kami telah melayangkan surat kepada Bupati Asahan Oknum DPRD merampas kue Rakyat, Bukan memberi kue kepada masyarakat. Surat yang ditujukan kepada Bapak Bupati Dengan Nomor : 05/K/OI/2012 dan mohon kepada Bupati Asahan agar menindak oknum-oknum pegawai Dinas Tata Kota yang di duga memperjual belikan kios/losd pasar Air Joman.., karena akan sia-sia visi dan misi program Bupati Asahan bila tidak didukung oleh seluruh Aparatnya” dan ada yang aneh lagi papar Ilham.., bahwa Surat Keterangan Tempat yang dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota untuk pedagang Air Joman dianggap catatan hukum dan jebakan bagi pedagang. Ilham mengatakan bila seperti inilah terus menerus, mungkin pedagang bias kalap mata, karena komisi B dinilai “Bantut”, Pemkab Asahan tutup mata, sementara anak dan keluarga pedagang tetap mau makan sedangkan mereka tidak bias berdagang… Mau makan apa…???? Kita sama-sama menunggu keputusan Pak Bupati la… tukas Ilham mengakhiri ucapanya.

Jemaat GKPS Berduka Atas Meninggalnya Sintua AK Saragih

“Seluruh jemaat GKPS di Indonesia merasa kehilangan seorang komponis Simalungun. Beliau telah banyak menyumbangkan dan menciptakan lagu rohani dan lagu Simalungun.

Semoga generasi muda seperti beliau akan hadir dan mampu meneruskan seperti kiprah yang dilakukan beliau,” kata Ephorus GKPS Pdt Jaharianson Sumbayak yang ditemui di Kantor Pusat GKPS di Jalan Pdt J Wismar Saragih mengomentari Alm Sintua AK Saragih.
Dia mengaku sangat kaget mendengar kabar meninggalnya Sintua AK Saragih. “Seluruh jemaat GKPS berduka dan merasa kehilangan seorang komponis yakni Sintua AK Saragih. Saya sendiri sedikit kecewa karena masih belum sempat mewawancarai beliau tentang lagu-lagu rohani yang ia ciptakan. Memang itulah talenta dalam dirinya hingga mampu menciptakan banyak lagu rohani,” paparnya.
Ditambahkannya, mereka berharap dan yakni dari GKPS akan lahir generasi penerus Sintua AK Saragih. Dia itu seorang komponis yang sudah terkenal secara nasional dan internasional. Sebab sebuah buku di Cina berjudul The Bambo sudah ada mengambil beberapa lagu ciptaan AK Saragih. “Tapi saya secara langsung masih belum dilibatkan. Semoga beliau sudah tenang di alam sana dan generasi muda akan terus lahir,” katanya.

Dikenang Sepanjang Masa
Menurut Dr Med Sarmedi Purba SpOG, salahseorang tokoh Simalungun, kepada METRO, Rabu (29/2) mengatakan, figur St AK Saragih memiliki arti dalam spiritualitas Simalungun, khususnya di GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun).
Tidak ada penulis lagu segigih dia. St AK Saragih sudah sebanyak menciptakan lagu dan syair kidung gereja, mengantar inggou atau irama Simalungun masuk ke dalam gereja, yang dulu merupakan tabu pada permulaan penyebaran Injil di Tanoh Habonaron Do Bona ini.
Seperti halnya di Jerman dulu, kata Dr Sarmedi, lagu rakyat ditradisikan menjadi lagu gereja. Itulah yang dibuat dan dicontoh St AK Saragih dalam karyanya. Sebagai penyair, diterjemahkannya berbagai lagu gereja ke dalam bahasa Simalungun, atau diciptakan syair yang khusus untuk itu.
Ia mengatakan, sesudah Taralamsyah Saragih, St AK Saragih inilah yang banyak menciptakan inggou Simalungun, yaitu irama yang serta merta mengingatkan kekhasan inggou Simalungun. Kalau iramanya terdengar, seperti yang pernah dicita-citakan Taralamsyah tahun 60-an.
Mungkin karena itulah ada yang menduga bahwa St AK Saragoh seolah-olah mengadopsi inggou yang pernah dipublikasi oleh pendahulunya itu. Padahal itu karena memang gagasannya sama, menonjolkan inggou Simalungun dalam lagu ciptaan kedua pujangga ini.
Seperti halnya lagu Jawa atau lagu Cina yang kalau didengungkan akan spontan direspons pendengarnya, apakah itu lagu Jawa atau Cina atau dalam hal ini lagu Simalungun. Tidak semua kemampuan ini dimiliki pencipta lagu Simalungun. Dan bukan semua lagu bersyair Simalungun beringgou Simalungun.
Dr Sarmedi yakin, selama GKPS masih ada, selama gereja-gereja di Indonesia masih eksis, selama itu pulalah nama St AK Saragih tidak hilang dari ingatan manusia. “Berkat ciptaan lagu dan syair yamg begitu banyak pada Kidung Jemaat Haleluya GKPS dan terjemahan ke bahasa Indonesia pada buku nyanyian kristen lainnya,” kata penulis buku Inggou Simalungun Kumpulan lagu Ciptaan Taralamsyah Saragih 1964 Medan, ini mengakhiri. (dro/mua)

News Source :
Metro Siantar

Akibat Penikaman Terhadap Inang Pdt. Melati ButarButar, Pernikahan Ditunda

Foto diambil dari Facebook/groups/BBC
NLS/SIANTAR–Pernikahan Pdt Melati Butarbutar STh dengan Pdt Reinahard Lumban Tobing STh yang rencananya digelar pada 23 Februari 2012 mendatang, ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal itu dilakukan karena kondisi Inang Pendeta masih dalam perawatan di Rumah Sakit Vita Insani.
Informasi tersebut diperoleh METRO dari Pengurus Gereja HKBP Resort Siantar P Sarumpaet, Minggu (19/2). Ia mengatakan, Minggu (19/2) pagi pukul 05.30 WIB, keluarga pihak yang akan melangsungkan pernikahan, yaitu Tiaurma Br Hutagaol, ibu dari Pdt Melati Butarbutar bersama-sama dengan Reinhard Lumbantobing, memberitahukan kepada pengurus gereja bahwa pernikahan antara Melati Butarbutar dan Reinhard Lumbantobing ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Penundaan dilakukan karena kondisi kesehatan Melati Butarbutar yang dirawat di RS Vita Insani Ruang 458, belum memungkinkan melangsungkan acara pernikahan.
P Sarumpaet menjelaskan, hingga Sabtu malam pihaknya masih menunggu pemberitahuan apakah ditunda atau tidak, sehingga dalam warta jemaat direncanakan akan disebutkan bahwa pernikahan tetap dilangsungkan.
Namun pihak keluarga Melati Butarbutar tiba-tiba mendatangi pengurus gereja pada Minggu (19/2) pagi sekira pukul 05.30 WIB memberitahu penundaan tersebut, sehingga warta jemaat diperbaiki Alhasil, jemaat akhirnya mengetahui bahwa pernikahan resmi ditunda.
Ia menambahkan, penundaan tersebut sudah disampaikan kepada Pengurus Gereja HKBP yang berada di Jakarta tempat Melati dan Reinhard melaksanakan Martumpol 4 Februari 2012 lalu.
Sementara itu, Melati Butarbutar terlihat lemah di Ruang 458 VIP ukuran sekitar 5 x 5 meter. Aktivitas yang dilakukan Melati hanya bisa menonton televisi dan menggunakan Handphone. Sedangkan ia belum bisa jalan kaki karena ia masih membutuhkan istrahat penuh untuk mempercepat proses penyembuhan.
Sementara itu, para keluarga dan jemaat HKB tampak memenuhi ruangan untuk melihat kondisinya. Akan tetapi pihak keluarga belum mengijinkan METRO masuk dan mewawancarai Melati Butarbutar.
Pdt Reinhard Lumban tobing STh, calon suami Melati Butarbutar kepada METRO mengatakan, penundaan acara pernikahan atas hasil musawarah pihak keluarga Melati Butarbutar dengan pihak keluarganya. Mengingat kondisi kesehatan Melati Butarbutar belum memungkinkan untuk melangsungkan pernikahan.
Terkait kondisi Melati, Reinhard mengatakan sementara ini sudah ada kemajuan. “Ia (Melati) sudah bisa duduk ketika temannya datang. Namun ia belum bisa jalan karena masih membutuhkan istrahat,” katanya.(mag-1)
Ia membenarkan, ia dengan Tiurma Br Hutagaol selaku ibu Melati Butarbutar dan didampingi keluarga yang lain, datang menemui Pengurus Gereja HKBP Resort Siantar di Jalan Gereja, Minggu (19/2) pukul 05.30 WIB untuk menyampaikan penundaan acara pernikahan agar diwartakan kepada Jemaat ketika kebaktian bahwasanya pernihkan tersebut ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan, karena Melati Butarbutar masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Vita Insani.
Pdt. Melati Butarbutar, anak dari Binsar Butarbutar dan Tiurma Br Hutagaol. Sementara Pdt Reinhard Lumban Tobing anak dari Pdt Robert Lumban Tobing dan Rosminaria Br Munthe seyogiyanya menikah pada Kamis 23 Februari 2012 di Gereja HKBP Resort Siantar di Jalan Gereja.
Inang Pendeta Melati Butarbutar yang bertugas di HKPB Panambean I Nagori Silakkidir Kecamatan Hutabayua Raja dianiyaa oleh Erwin Pandiri Nadapdap (15), Rabu (15/2) sekitar Pukul 23.30 WIB di rumah dinasnya. Dengan menggunakan pisau, Erwin Pandiri Nadapdap menikam Melati hingga beberapa liang ketika Melati tidur di kamarnya. Erwin yang tinggal di Panambean I masuk ke rumah Melati melalui samping rumah dan langsung menghujamkan pisaunya ke tubuh Melati.
Beruntung warga setempat datang dan membawa Melati dengan bersimbah darah ke bidan terdekat. Sedangkan Erwin yang tidak dapat melarikan diri terlebih dahulu dimassakan warga sebelum aparat kepolisian datang. Akibatnya Erwin menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr Sudung Sinaga Balimbingan Tanah Jawa.
Karena perbuatan Erwin, esoknya Melati Butarbutar menjalani operasi besar karena luka tusukan yang cukup parah di bagian dada dan hampir menembus paru-paru. Sedangkan bagian tubuh lain, seperti kepala dan tangan harus dijahit. Alhasil pemberkatan pernikahan tak mungkin dilakukan.
Hingga saat ini, motif Erwin menganiaya Inang Pendeta Melati Butarbutar belum diketahui karena kepolisian belum memeriksa Erwin yang masih dirawat akibat amukan warga. Sementara itu, Melati Butarbutar juga belum bisa dimintai keterangan oleh polisi mengingat kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.

News Source From :
Metrosiantar.com

Kebakaran Pajak Kisaran Derita Bagi Pedagang


NLS/Kisaran
- Pemkab Perpanjang Waktu Pengembalian Pinjaman Modal
KISARAN-Kios darurat akan dibangun di sekitar Pajak Dipo Kisaran yang terbakar Sabtu (4/2) pagi. Hal itu merupakan hasil pertemuan Pemkab Asahan dipimpin Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang dan para pedagang, di aula kantor bupati, Senin (6/2).
Pertemuan berlangsung alot. Para pedagang meminta Pemkab segera melakukan relokasi agar mereka bisa kembali berjualan.

Sementara Bupati Asahan Taufan langsung meminta agar para pedagang sabar untuk renovasi pasar. Katanya, Pemkab akan terlebih dahulu membangun kios darurat.
Taufan menjelaskan, kios darurat akan dibangun dengan ukuran 2,4 meter x 2,4 meter. Pembangunan kios di empat lokasi di sekitar Pajak Dipo. Masing-masing di Jalan Dr Sutomo tepatnya Simpang Jalan Panglima Polem menuju simpang Jalan Rivai sebanyak 160 kios. Lalu di Jalan Cipto Simpang Jalan Sutomo menuju simpang Jalan Diponegoro 60 kios. Kemudian di Jalan Teuku Umar simpang Jalan Dr Sutomo menuju simpang Jalan Sisingamangaraja 90 kios. Dan di Jalan Dr Cipto simpang Jalan Sisingamangaraja menuju simpang Jalan Sutomo sebanyak 114 kios.
Dalam pertemuan itu juga diputuskan anggaran pembangunan kios berasal dari dana tak terduga atau dana penanggulangan bencana. Namun terlebih dahulu menunggu DPRD Asahan menerbitkan izin prinsip.
Diperkirakan, pembangunan kios selama 1,5 bulan. Nantinya kios dibangun dengan bahan seng dan kayu, dari sisa bangunan sekolah yang direhabilitasi.
Taufan menegaskan, untuk pembagian kios darurat nantinya, pedagang tidak dikutip biaya. Sedangkan penetapan kios diserahkan kepada pengurus pedagang dan Pemkab.
Terkait dana bantuan yang telah diterima para pedagang beberapa waktu lalu berupa pinjaman modal, Taufan berjanji akan memberikan perpanjangan waktu pembayaran (pelunasan). Sedangkan bagi pedagang yang belum menerima bantuan, jika membutuhkannya, diminta segera melengkapi syarat-syarat permohonan dan mengajukannya ke Dinas Koperasi dan UMKM.
Taufan juga berjanji akan membantu pedagang yang memiliki pinjaman di bank dengan mengeluarkan surat rekomendasi telah terjadi musibah kebakaran. Dengan rekomendasi itu, diharapkan pihak bank dapat memberikan perpanjangan waktu pelunasan pinjaman.
Sementara Ketua DPRD Asahan H Benteng Panjaitan dalam pertemuan menyatakan siap membantu Pemkab yang akan memberikan solusi kepada para pedagang.
Kapolres Asahan AKBP Marzuki mengharapkan seluruh pedagang yang tertimpa musibah jangan mudah terpancing dengan isu yang dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab. Serta percaya kepada Poldasu dan Polres Asahan yang masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran.(van)
Penjaga Malam & Pengutip Retribusi Diperiksa
Terkait terbakarnya Pajak Dipo Kisaran, Polres Asahan sudah memeriksa lima saksi. Empat di antaranya petugas jaga malam dan seorang petugas pengutip retribusi dari Dinas Tata Kota Asahan.
Kapolres Asahan AKBP Marzuki melalui Kasubag Humas AKP R Berutu didampingi Kasat Reskrim AKP Fahrizal, Senin (6/2) menerangkan, pihaknya sudah meminta keterangan dari Buyung Bakri (58) warga Jalan Sisingamangaraja Kisaran, Yusril Ardiansyah (32) warga Jalan Balam, Fadli alias Ipan (36) warga Jalan Malik Ibrahim, dan Wahidin (34) warga Desa Gerak Tani Kecamatan Tanah Rakyat. Mereka penjaga malam di Pajak Dipo. Sedangkan seorang pengutip retribusi yang diperiksa yakni Jamjuri, warga Jalan Batu Asahan.
Menurut Fahrizal, polisi masih akan memanggil pihak terkait, di antaranya pihak PLN Kisaran, Dinas Tata Kota, serta para pemilik kios yang terbakar.
“Keterangan mereka sangat dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan. Selain pemeriksaan terhadap saksi-saksi, juga telah telah diturunkan Tim Labfor,” sebutnya.
Ditanya apakah pajak itu terbakar atau sengaja dibakar, Fahrizal mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan. Soalnya masih dalam penyelidikan.
“Kita tunggu saja hasil akhir penyelidikan. Riak-riak di luar yang menduga pajak sengaja dibakar, tidak ada bukti menguatkan. Bila ada saksi yang mengetahui (pajak sengaja dibakar), sangat diharapkan kesaksiannya,” tegas Fahrizal.
Sementara ratusan pedagang yang tergabung dalam wadah Persatuan Pedagang Pajak Inpres Kisaran (P3IK) menyatakan, bila Pemkab Asahan akan merelokasi, mereka meminta tempatnya tetap di inti kota. (sus)
Pejabat Pasar Nyaris Dimassa
Pertemuan pedagang dan Pemkab Asahan sempat ricuh. Bahkan, Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pasar Dinas Tata Kota Asahan, R br H nyaris dimassa pedagang.
Kericuhan berawal ketika beberapa pedagang meminta agar saat relokasi pedagang dan renovasi pasar nantinya Pemkab Asahan tidak melibatkan R br H. Sebab menurut pedagang, oknum itu terlibat maka pembagian kios akan bermasalah. Seperti yang terjadi di Pajak Binjai Serbangan, Air Joman.
Tak ayal, pernyataan itu menyulut emosi R br H yang juga berada di ruangan tersebut. Ia langsung protes.
Protes R br H membuat para pedagang berang. Mereka berupaya mendatangi R br H ke tempat duduknya. Bahkan para pedagang nyaris memassakan wanita itu. Situasi pun ricuh. Beruntung, petugas Satpol PP dan Polres Simalungun bisa menenangkan para pedagang.
Sementara Bupati Asahan Taufan Gama Simamtupang melalui pengeras suara, berusaha menenangkan para pedagang.
“Tenang Pak, tenang Bu! Jangan emosi, agar masalah dapat selesai,” kata Taufan sembari meminta para pedagang yang hendak menghampiri R br H kembali ke tempat semula.
Setelah diperintahkan Taufan, pedagang kembali ke tempat semula. Dan pertemuan dilanjutkan.
Taufan dalam kesempatan itu juga menegaskan akan memelajari masalah yang menimpa para pedagang di Air Joman terkait pembagian kios. Juga terkait dugaan adanya oknum pegawai yang membuat kebijakan di luar kewenangan. Seperti melakukan pengutipan sehingga para pedagang lama tidak kebagian kios.
“Jika semua informasi itu benar, kita akan tindak tegas oknum pegawai itu!” tukas Taufan.
Kabag Humas Pemkab Asahan Rahman Halim AP ketika diminta tanggapannya terkait insiden itu, menjelaskan pihaknya sedang menelusuri permasalahan yang disampaikan pedagang. Dalam dalam waktu dekat, sambungnya, akan digelar pertemuan terkait pembagian kios di Pajak Binjai Serbangan.

Kebakaran Pajak Kota Kisaran (Asahan)

NLS/Kisaran - Sabtu Pagi 4/2/12 Api dengan cepat meludeskan ratusan kios di Pasar Pajak Kisaran, tepatnya Pajak Kota Jl.Listrik dan Jl. Dipo Kota Kisaran Asahan. Pada Saat Si Jago Merah Melahap Semua yang Ada di dalam Pajak, Pemadam kebakarang pun datang terlambat, sehingga Pajak Sudah Dipenuhi dengan Kobaran Api. ketika mobil pemadam kebakaran milik pemerintah Kabupaten Asahan tiba dilokasi kebakaran, Para warga pun Protes.

Menurut Beberapa saksi mata, api mulai terlihat dari bagian tengah kios pajak. Dan sebelum kejadian kios terbakar, saksi melihat ada tiga orang yang keluar dari lokasi kios sambil membawa barang.

Selain kios, api juga menghanguskan toko yang berdekatan dengan sumber api. Akibat kebakaran ini, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Untuk Sementara Dugaan Terjadinya kebakaran diakibatkan Kompor seorang Pengusaha warkop didalam Pajak Meledak.. begitulah sebagaian dugaan dari masyarakat sampai penyelidikan polisi menetapkan penyebab kebakaran yang terjadi di dalam pajak. Kerugian di tafsir miliaran rupiah.. hingga hari minggu masih banyak warga berduyun-duyun datang kelokasi kebakaran.. banyak juga yang berusaha mencari sisa-sisa barang-barang berharga di bekas puing-puing.. walaupun sudah diberi garis polisi mereka tidak menghiraukannya.


Hubungan Terlarang Gadis 16 Tahun Jadi Budak Seks Tante Jablay

NLS/Langkat-Bercak-bercak merah di dada (cupangan-red) Mawar (16) menguak hubungan sejenis siswi SMA itu dengan Tina (40), seorang ibu rumah tangga, sejak 3 tahun lalu. Kisah asmara tak wajar dari Desa Pelawi Selatan, Kec.Babalan, Langkat itu berakhir di kantor polisi, Senin (16/1).

Kisah asmara terlarang pasangan sejenis itu bermula di tahun 2009. Saat itu Mawar masih berstatus siswi kelas 2 SMP. Permainan terlarang layaknya pasangan suami dan istri itu membuat Mawar ketagihan. Terlebih Tina, sang tante jablay kerap memberikan barang-barang keperluan Mawar.

Karenanya, Mawar seolah terhipnotis dengan gairah seks Tina yang mencumbuinya. Dalam setiap permainan ranjanganya, Tina kerap kali meninggalkan cupangan di payudara remaja tanggung itu hingga puluhan.

Tiga tahun jadi budak seks sang tante yang kesepian ditinggal lari suaminya itu, akhirnya diketahui orang tua Mawar.
Ibu Mawar sontak emosi saat menyaksikan banyaknya bekas cupangan di daerah payudara anak remajanya itu. Mawar pun diminta membeberkan pria mana yang telah bertindak jauh pada anaknya itu.

Setelah dibentak-bentak, Mawar yang mulai ketakutan akhirnya mengungkapkan hal sebenarnya, kalau bercak merah di dadanya bukanlah perbuatan lelaki. Melainkan perbuatan Tina, tetangga mereka yang memiliki usaha kedai.

Mendengar pengakuan Mawar, sang ibu malah tambah syok. Bak disambar petir di siang hari, sang ibu langsung memboyong anaknya untuk membuat laporan ke Polres Langkat.

Tak menunggu lama, usai diambil keteranganya oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Mawar pun langsung dibawa ke Puskesmas Stabat untuk dilakukan visum. Hasil visum yang dikeluarkan medis jelas menyebutkan kalau telah terjadi kerusakan pada bagian kemaluan korban.

Atas laporan itu pula, Tina langsung dijemput unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polres Langkat, malam harinya. Kepada petugas, Tina pun mengakui semua perbuatannya. Termasuk mengencani anak gadis tetangganya itu.
Keterangan korban pada polisi juga mengungkap kalau kemaluannya kerap dipermainkan Tina menggunakan jari-jemari.
Kanit PPA Polres Langkat Iptu Eva Sulastri Sinuhaji ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN membenarkan perihal kasus ini ditangani pihaknya.

“Korbanya tadi siang melapor sama kita, untuk membuktikan keterangan korban yang bersangkutan langsung kita bawakan untuk visum. Hasil visum jelas menyebutkan telah terjadi kerusakan pada bagian kemaluan korban. Pengakuan korban kepada penyidik kita, perbuatan tersebut telah berulang kali dilakukan pelaku kepadanya,” ujar Eva saat dihubungi sedang dijalan menjemput tersangka dari kediamannya.

Lanjut Eva lagi, tersangka mengakui semua perbuatanya. “Semua keterangan korban dibenarkan tersangka. Artinya dianya tidak membantah. Keteranga pelaku, dirinya punya suami, tapi sudah lama suaminya tidak kembali. Katanya bekerja di Malaysia,” terang Eva seraya mengaku masih diperjalanan memboyong tersangka menuju Polres.(wis/bud) Posmetro

Build Infrastructure, Pemko pleaded to the world bank loan

NSN/Tanjung Balai-Pemko Tanjung Balai will submit proposals of soft loans to the Asian Development Bank (ADB) and World Bank (WB), to finance the construction of various infrastructure supporting the industry.
Deputy Mayor of Council Rolel Harahap, Tuesday (17 / 1) explain, some time ago two representatives from financial aid Eksitensi Regional Financial Network visit to review the availability and the potential of existing infrastructure. Two men, had visited the island Bussusen, harbors, and buildings at the End of the Cape.
Rolel explained, although a study conducted Pemko Network is still raw, but realize the ideals of Council into a modern city in 2020 remains strong. Pemko Network, he added, remains optimistic, after two people from institutions such financial assistance to come and see first hand the construction site that will be implemented.
"Many programs have been studied although still 'raw'. But because the potential exists, then we believe a financial institution approved the proposed loan, "said Rolel.
Proposed soft loans, plus Rolel, planned industrial area allocated for Development Network in District Sei Tualang Raso with 300 ha area, the construction of port facilities and tourist areas Bussusen Island, the construction management industry and the construction of hydroelectric power sand using the tides.
Pemko Tanjungabalai, he added, will cooperate with private companies and regional (SOE) inside and outside the Network. Location Sumatra Shiokudengki or known SS Envy in North District Council meeting where the river water and river Silo Asahan potential hydroelectric power (hydropower).
"Construction of facilities and infrastructure are expected to invite investors from outside the country entered the Network. Automatically Network jobs in the city will increase, "he said.

Hanguskan 600 Kios, 8 Ruko Dan 1 Musholla Saat Kebakaran Pasar Brayan

NewsLintasSumatera/Medan-Pjs. Kabid Humas Poldasu, Kombes. Drs Heri S, mengatakan kebakaran Pasar Pulo Brayan telah menghanguskan 600 kios, 8 ruko dan sebuah musholla, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar.

“Kita mencatat sebanyak 600 kios, 8 ruko dan satu musholla musnah terbakar. Kerugian materil mencapai Rp.5 milyar, sementara korban jiwa dalam musibah tersebut tidak ada,” kata Heri kepada wartawan, Rabu (19/1) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Medan mulai melakukan penyelidikan. “Dengan mengumpulkan bukti, seperti kayu dan seng serta barang bukti kebakaran yang dianggap perlu untuk penyelidikan,” terangnya.

Ia menambahkan, penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dalam mengungkap penyebab kebakaran dan asal api tersebut menggunakan sistem scientific crime investigation. Yakni penyelidikan ilmiah kejahatan.

Hal ini juga untuk mempertegas beredarnya kabar bahwa kebakaran tersebut terjadi karena adanya unsur sabotase, yang disengaja oleh pihak-pihak tertentu.

“Kita tidak mau berandai-andai. Biarkan dulu labfor bekerja untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Polisi dalam melakukan penyelidikan penyebab kebakaran Pasar Brayan ini berdasarkan data dan fakta di lokasi kejaidan,” ujarnya.

Sedangkan hasil sementara di lapangan, tutur Hery, sebelum terjadinya peritiwa kebakaran yang menghanguskan ratusan kios tersebut, terjadi pemadaman listrik. “Waktu listrik padam itu, lilin dinyalakan, tapi belum dipastikan apakah penyebab kebakarannya karena lilin atau tidak,” tandasnya.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu menambahkan, adanya dugaan hubungan arus pendek listrik yang menjadi penyebab kebakaran, kepolisian juga belum dapat memastikannya.

“Jadi kita gunakan sistem scientific crime investigation ini, berdasarkan pembuktian-pembuktian ilmiah. Apakah disengaja atau tidak, itu nanti hasil dari tim labfor,” tegasnya.

Menurutnya, hasil penyelidikan labfor akan dapat diketahui rentang waktu 7 sampai 10 hari ke depan. “Kita usahakan secepat mungkin. Karena ini menyangkut orang banyak,” ujarnya.

Tim Labfor Poldasu yang dipimpin Kanit Labfor AKP Jhon Hutabarat beserta empat orang personilnya turun ke lokasi. Menurut Jhon Hutabarat, tim yang dipimpinnya tersebut akan melakukan olah TKP (Tempat Kejadaian Perkara) pada tempat asal pertama api yang menghanguskan kios.

Sementara informasi berkembang di apangan, penyebab kebakaran diduga sabotase. Bahkan informasi berkembang, Pasar Pulo Brayan itu dibakar karena para pedagang tidak mau disuruh pindah yang menyebabkan kemacetan arus lalulintas.

Konon disebut-sebut hal seperti itu dilakukan karena pihak Pemko Medan yang sempat memberikan izin berdagang di kawasan Flay Over itu mendapat sorotan dari berbagai pihak.

ASAL API

Kapolsekta Medan Barat, Kompol. Arkhe F Ambat, mengatakan kebakaran tersebut apinya berasal dari salah satu kios pedagang sepatu dan sandal.

“Kita sudah tahu pemilik kios sepatu dan sandal tersebut berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Namun ketika kita datangi ke rumahnya, yang bersangkutan tidak ditemukan. Mungkin masih berbaur dengan pedagang lainnya. Tapi yang pasti kita akan tetap mencari dia,” kata Arkhe kepada Medan Pos, Rabu (19/1).

Sementara pantauan Medan Pos di lapangan, para pedagang dibantu petugas Dinas Kebersihan sudah mulai membersihkan puing-puing kebakaran yang masih berserakan. Mereka juga berharap kepada Pemko Medan untuk secepatnya menata kembali pasar tersebut.

Sejumlah pedagang juga menandai bekas kiosnya dengan menggunakan tali. Selain itu para pedagang juga mendirikan posko korban kebakaran di areal Pasar Palapa-tak berapa jauh dari lokasi kebakaran.

Ilham (35), salah seorang pedagang kain mengatakan sampai saat ini mereka belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Medan. “Kami sangat berharap pemerintah segera memperhatikan nasib para pedagang ini,” ujarnya.

Menurut Ilham, untuk sementara waktu menunggu adanya bantuan dari pemerintah, dirinya beserta keluarganya terpaksa harus tinggal di posko pengungsian ataupun posko korban kebakaran, disebabkan karena rumah yang juga merangkap kios usahanya telah musnah terbakar.

Sedangkan seorang petugas dari Pemko Medan yang tidak bersedia menyebut identitasnya mengaku lahan kebakaran ini akan dijadikan taman kota oleh Pemko Medan dan tidak akan doperbolehkan lagi mendirikan kios untuk berjualan.

“Ini sudah instruksi Walikota. Lahan kebakaran ini akan dijadikan taman kota untuk menambah keindahan kota,” katanya sambil berlalu. (R-15/R-38). MedanPosOnline

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme