News Update :
Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts

Bentrok antara Kelompok Tani dan Kelompok Pemuda Di Medan

Akibat Bentrok Antar Dua Kelompok ini Mengakibatkan Batu Alam Sitorus Mengalami Luka Bacok.

Bentrok antar penduduk pecah di di daerah Waduh Keramat Kuda Medan Denai, Sumatera Utara berlangsung hari ini. Bentrokan yang melibatkan warga kelompok tani gotong royong dan kelompok pemuda ini menyebabkan satu orang mengalami luka bacok.

Informasi yang diterima dari warga di Kantor Polsekta Percut Sei Tuan, Jumat, 27 April 2012, korban mengalami luka serius tersebut adalah Batu Alam Sitorus (57) , warga Perumnas Mandala Jalan Kenari. Korban mengalami luka bacok di bagian kepala, dada dan kaki.
Pembacokan Batu Alam terjadi ketika dia hendak meredam bentrokan antara dua kubu yang bertikai tersebut. Namun, kelompok pemuda yang berjumlah ratusan orang tersebut tidak menghiraukannya dan malahan menyerang korban.

"Kami (warga) datang untuk bekerja di ladang kami di tanah itu, ternyata di sana sudah ada sekelompok pemuda yang yang mungkin mencapai ratusan orang lengkap dengan senjata tajam," ujar salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.

Setelah melihat korban bersimbah darah, warga yang hanya berjumlah belasan orang tersebut pun berlarian menyelamatkan diri dari serangan orang tak dikenal tersebut. "Mereka bersenjata dan jumlahnya banyak," seperti dituturkan rekan korban.

Beruntung, warga sempat menolong korban yang sudah dalam keadaan kritis akibat luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya itu. Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Martondi sebelum dipindahkan ke UGD RSUD Pringadi, Medan akibat luka yang cukup parah.

Kanit Reskrim Polsek PercutSei Tuan, AKP Faidir Chan, membenarkan peristiwa bentrokan tersebut. Sesaat mendapat informasi adanya bentrokan, pihak kepolisian langsung diturunkan ke lokasi kejadian untuk menenangkan suasana di lokasi kejadian.
"Bentrokan itu tak sempat marak karena pihak kepolisian berhasil menenangkan suasana di lokasi. kami belum mengetahui secara detail penyebab bentrokan ini, sedang dalam penyelidikan lebih lanjut," kata Faidir. (umi) Sumber

Anggota Dewan (DPRD) Medan Resah, CCTV Amiruddin Beredar

MEDAN-Anggota DPRD Medan resah. Rekaman CCTV sang Ketua DPRD Medan, Amiruddin, yang bersitegang dengan seorang sekuriti Bandara Polonia berdar. Anggota dewan pun menganggap lembaga wakil rakyat itu pun dilecehkan.

“Kami sangat menyayangkan beredarnya rekaman CCTV tersebut, dalam permasalahan ini DPRD secara lembaga dilecehkan,” ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Arif.Pada CCTV itu memang tergambar Amiruddin yang saling dorong dengan petugas sekuriti di Terminal.

Keberangkatan Bandara Polonia belum lama ini. Karena itu, Ahmad Arif menyarankan DPRD Medan mengambil sikap. “Terkait masalah beredarnya CCTV kejadian di Bandara Polonia yang melibatkan Ketua DPRD, saya menyarankan agar DPRD melalui Komisi C untuk menindaklanjuti permasalahan ini dengan memanggil PT AP (Angkasa Pura) II,” kata Arif saat memberikan padangan umum di rapat Paripurna DPRD Medan, Senin (16/4).

Ditempat terpisah, Ketua Komisi C DPRD Medan, Ahie, menyatakan siap menindaklanjuti. Namun, sampai saat ini pihaknya belum ada menerima surat rekomendasi dari Ketua DPRD Medan, Amiruddin. “Seharusnya yang bersangkutan (Ketua DPRD Medan, Amiruddin) harus membuat surat ke kita (Komisi C). Bila ada surat pasti akan kita tindak lanjuti karena sudah melecehkan lembaga,” ucap Ahie.

Dikatakannya, sampai saat ini Komisi C belum ada menerima surat untuk melakukan pemanggilan PT Angkasa Pura II. “Sesuatu itu tidak akan ditindak lanjuti bila tidak ada bukti resmi surat. Kalau pemanggilannya memakai undangan biasa tidak perlu buru-buru,” ujarnya.

Dijelaskannya, Komisi C tidak akan ada campur tangan dalam permasalahan ini. Dimana pihaknya bekerja sesuai dengan prosedur. “Biarkanlah mereka menyelesaikan masalah ini. Kalau tidak ada bukti surat rekomendasi masuk akan dilakukan pemangilan biasa, tetapi kan nggak enak kalau seperti itu. Kita bekerja sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Sementara itu, Amiruddin dan pihak sekuriti telah saling bertemu di Ruang Opal Lantai 26, Grand Swiss Bell Hotel, Senin (16/4) malam. “Saya merasa bangga dengan yang dilakukan oleh pihak sekuriti Bandara Polonia Medan. Saya sebelumnya sudah minta maaf dengan petugas sekuriti, Fahru Rozi Nasution, Selasa (10/4) kemarin. Itu hanya misskomunikasi saja,” katanya yang duduk bersama dengan Fahru Rozi Nasution, GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Kol PNB Bram Bharoto, Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Firdaus, dan Kepala Divisi Pelayanan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Yohanes.

Amiruddin mengaku khilaf dan merasa semua permasalahan sudah selesai. “Tak perlu diperpanjang lagi karena saya sudah meminta maaf. Saya sendiri meminta maaf kepada Fahru Rozi Nasution terkait saling dorong-mendorong di tempat itu,” ucapnya.

Fahru Rozi mengaku, saat memeriksa tanpa sengaja mengenai alat vital Amiruddin. “ Saya juga meminta maaf kepada bapak Amiruddin atas peristiwa tersebut saat ini ditempat ini,” ujarnya.

GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Kol PNB Bram Bharoto juga menyatakan dan meminta kasus tersebut sudah selesai. “Kasus ini sudah selesai sampai disini dan sudah saling memaafkan di antara keduanya,” ungkapnya. (adl/jon)
Video Pemukulan Pegawai Bandara oleh Ketua DPRD Kota Medan

Kunjungan Kerja Wakil Presiden Boediono di Medan Dikawal 5.357 Prajurit

NLS/MEDAN - Wakil Presiden Boediono melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sumatera Utara. Persiapan keamanan pun ditingkatkan. Di berbagai tempat penjagaan ekstra dilakukan. Sedikitnya ada 5.357 Prajurit TNI/Polri yang mengawal orang nomor dua di Indonesia tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, usai gelar pasukan pengamanan gabungan yang digelar di Lapangan Benteng Medan Kamis (12/4). “Prajurit utama sebanyak 2670 ditempatkan di setiap titik jalan protokol yang akan dilalui Wapres Boediono dan kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian,” ungkap Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, kemarin.

Pangdam juga menyatakan bahwa selain kesiapan Kodam I/BB, ia juga mempersiapkan pasukan cadangan yang terdiri dari Polri, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Bukan itu saja, pasukan penembak jitu juga sudah disebar di beberapa titik jalur di Kota Medan yang dilintasi Wakil Presiden Boediono.”Pasukan cadangan ini kita siapkan untuk mengantisipasi kekurangan personel di lapangan, hingga pasukan yang akan disebar di beberapa daerah baik di Kabupaten Simalungun atau Kota Medan,” tegasnya.

Selain 2.670 personel TNI, ada 2.687 anggota Polri yang disiagakan. Berarti, untuk kehadiran Wapres Boediono, ada 5.357 aparat yang disiapkan. “Diimbau masyarakat yang berkenderaan untuk tertib berlalu-lintas di jalan dengan diatur petugas kepolisian,” kata Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Sementara itu untuk ruas jalan protokol di Kota Medan tidak dilakukan penutupan, hanya dilakukan pengamanan. Dari Amatan Sumut Pos, menjelang kedatangan kunjungan kerja Wapres Boediono, di sejumlah jalan ruas protokol di Kota Medan seperti Jalan Sisimangaraja, Jalan Imam Bonjol, dan di depan Bandara Polonia Medan sudah ditempatkan personel polisi dan prajurit TNI yang bersenjata lengkap.

Begitu juga di kawasan Kantor Pos di Jalan Putri Hijau Medan juga terlihat beberapa aparat TNI dan Polri bersenjata lengkap berada di kawasan kantor tersebut. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso malam ini mengatakan, penjagaan tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan menjelang datangnya Boediono.

Sebelum ke Medan, Boediono menggelar kunjungan kerja ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di Aceh, wapres akan menggelar rapat koordinasi penanganan paskagempa bumi yang terjadi pada Rabu sore (11/4) kemarin.

Wapres bertolak dari Jakarta Jumat pagi pukul 05.30 menuju Banda Aceh. “Di Aceh, Wapres akan bertemu gubernur dan aparat yang bertugas melakukan penyelamatan,” ujar juru bicara Wapres, Yopie Hidayat di kantor Wapres.

Menurut Yopie, selama di Aceh Wapres akan menggelar pertemuan dengan Gubernur dan unsur Muspida provinsi Aceh lainnya serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selain itu, Wapres akan memeriksa antara lain kesiapan jalur- jalur evakuasi, alat-alat evakuasi, sirine maupun peringatan dini tsunami.

Selanjutnya, Wapres bertolak menuju Medan. Di Medan, Wapres akan meninjau perkembangan pembangunan jalan akses menuju Bandara Kualanamu dan jalur kereta api Medan menuju Bandara Kualanamu. (gus/rud/net)
Article Source : www.hariansumutpos.com

Video CCTV dari Sekolah Bodhicitta Pasca Guru Tabrak Murid Disita Polisi

MEDAN -Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Medan telah mengamankan video rekaman CCTV milik Sekolah Perguruan Buddhis Bodhicitta. Rekaman itu untuk mengetahui peristiwa mengakibatkan tujuh korban luka-luka yang terlindas mobil Avanza BK 1272 VQ milik Marini (22), guru TK sekolah tersebut, Jumat (2/3/2012).
Selain mengamankan CCTV, kepolisian juga telah membawa mobil Avanza silver yang dikemudikan Marini.
Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Rasya mengatakan, pihaknya akan melihat CCTV tersebut untuk mengetahui kronologis detai kejadian.
Menurutnya, hingga kini dari 17 korban yang dilarikan ke RS Columbia Asia, tidak ada korban jiwa. "Korban ada yang mengalami luka berat, ada juga yang luka ringan," kata Rasya sembari memerintahkan anggotanya membawa mobil tersebut ke Kantor Lantas Polresta Medan.
Rasya mengatakan, sang guru diancam pasal kelalaian mengakibatkan korban luka-luka.
"Kita lihat dulu kondisinya bagaimana," kata Rasya. Ia mengatakan saat ini pelaku belum berada ditangan kepolisian. "Tapi janji keluarganya nanti sore akan diserahkan. Kata keluarganya dia (Marini) masih syok," ujarnya.
Pantauan di tempat kejadian perkara, Polisi terlihat sudah memasang police line di tiga lokasi dihalaman sekolah tersebut.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah.
(fer/tribun-medan.com)

Pendemo Di Balai Kota Terbakar

Seorang pengunjuk rasa dari Laskar Amanar memaksa membakar ban di depan Balai Kota Medan, sehingga membakar dirinya sendiri, Jumat (2/3).

Penyulutan api dilakukan tiba-tiba, saat Kapolsek Medan Baru, Donny Alexander meminta agar pembakaran tidak dilakukan.

Di lingkaran kecil sekitar Kapolsek itu tiba-tiba seorang pria menyalakan api pada ban yang telah disirami bensin. Polisi langsung menendang ban yang apinya langsung mengenai si penyulut api. Kerumunan orang langsung kocar-kacir dan sebagian mengikuti pria penyulut api yang badannya terbakar. Polisi dengan sigap mematikan api dengan racun api.

Pria tersebut berlari dan berguling-guling di badan Jalan Kapten Maulana Lubis. Setelah api mati, pria yang sebagian kulit badannya terkelupas itu langsung berteriak "Allahu Akbar! Allahu Akbar!"

Pria yang terbakar itu terlihat tegar. Namun rekan-rekan lainnya langsung melarikannya ke rumah sakit. Aksi dan orasi pun terus berlangsung.

Aksi yang telah diantisipasi oleh kepolisian dan Pemko Medan sejak pagi ini merupakan protes atas tukar guling masjid di Medan.

Authors: Liston Damanik
Editor: Sofyan Akbar
Sources: Tribune Medan

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme