News Update :
Showing posts with label Lawyers assistance. Show all posts
Showing posts with label Lawyers assistance. Show all posts

Sepenggal Tentang Lawyer Hotman Paris Hutapea dan Hukum di Indonesia

Setahun yang lalu, 23 April 2010, harian New York Times, menghadirkan sosok Hotman Paris Hutapea sebaga Profile edisi Sabtu. Sebagai foto utama ditampilkan sosok Hotman Paris Hutapea sedang bersandar di Ferrari California warna merah yang baru dibelinya seharga $630.000: Ferrari California pertama yang masuk Indonesia. Dan yang juga tak ketinggalan terlihat adalah cincin berlian besar yang senantiasa menghias jarinya.

Mobil mewah Ferrari yang selalu dipakainya ke pengadilan, dan juga sosok pemiliknya --di mata para pengkritik Hotman-- dianggap sebagai simbol kanker yang menjangkiti sistem hukum Indonesia. Bagi Hotman sendiri, semua itu merupakan simbol dari tak sempurnanya hukum yang berlaku.

''If I say I’m a clean lawyer, I’ll be a hypocrite, that’s all I can say,'' kata Hotman kepada New York Times. ''And if other lawyers say they are clean, they will go to jail, they’ll go to hell.''

Perbincangan Hotman Paris Hutapea dengan New York Times pada intinya seputar isu yang tahun lalu sedang hangat: kasus para pengacara dan advokat yang getol menyuap para hakim. Agar lebih seru, silakan simak sendiri sosok Hotman Paris Hutapea di New York Times: A Top Indonesian Lawyer May Be Honest to a Fault. Juga simak polemik yang berkembang pasca kemunculannya di New York Times: Hotman Paris Sangkal Sebut Seluruh Advokat Menyogok.

Adapun kantornya advokat yang sekarang lagi mesra dengan Meriam Bellina ini, yang berada di Karet Tengsin, di kompleks Sudirman Parks Apartment, yang sebagaimana kantor lain selalu berlabel Advokat Hotman Paris, entah kantor yang ke berapa. Yang jelas dia punya gedung sendiri di Kelapa Gading: 'Gedung Advokat Hotman Paris'.

Article Source

Advokat Hotman Paris
Jalan Karet Tengsin No. 27-A
(Jalan KH Mas Mansyur)
Jakarta Pusat

Pendemo Pajak Air Joman Kab.Asahan di Usir dari Kantor Bupati

NLS/Asahan - Bupati Asahan Belum memenuhi janjinya kepada Pedagang Pajak Air Joman yang mana janji tersebut diucapkan langsung oleh Bapak Bupati di hadapan para pedagang di areal Pajak Air Joman.
Para pedagang merasa kesal dan kecewa atas ucapan/janji dari Bapak Bupati Asahan
Drs. Topan Gama Simatupang MAP. Hingga saat ini para pedagang Air joman masih erlantar dan belum bisa berdagang di Pajak Air Joman.
Sehingga Para Pedagang melakukan Demo di Depan Kantor Bupati Asahan sampai para pedagang Menginap di pelataran kantor Bupati.
Para pedagang di usir keluar oleh Kabid Linmas tapi para pedagang tidak mau keluar karena sudah ada perintah dari Kasad intel “Boleh Menginap tapi jangan Ada tindakan Anarkis”.
Pada saat para pendemo di usir.. salah satu pendemo dari mahasiswa yang bernama Udin mengatakan kepada Kabid Linmas “Sabar Manik” Kami tidak mau keluar dari kantor Bupati apabila Bupati tidak mau mengeluarkan surat yang resmi kepada para pendemo yag mana surat tersebut harus langsung dari Bapak Bupati, Barulah Para pendemo mau bubar.
Sampai kapan permasalahan ini akan segera di selesaikan oleh pemerintah Asahan..??
Apakah Bupati Asahan Akan Mengingkari Janjinya kepada Para Pedagang..?
Atau Haruskah Para Pedagang Melakukan Aksi Demo Langsung Ke Kantor Gubernur Sumatera Utara Apa bila Bupati Asahan Tidak Dapat Menyelesaikan Masalah ini Segera. (Efendikusuma)

Sengketa Lahan Perbatasan Riau-Sumut Bimob Vs Warga

Enam Warga Ditembak, Empat Brimob Dibacok
NLS/Padanglawas - Pertumpahan darah terjadi di daerah perbatasan Riau-Sumut, Kamis (2/2), pukul 10.00 WIB. Bentrok terjadi antara masyarakat Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Riau) de ngan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) yang berada di Dusun Kuta Parit Desa Sei Korang Kecamatan Huta Raja Kabupaten Padanglawas (Sumut). Akibatnya enam warga jadi korban tembak dan empat Brimob menjadi korban bacok.
Bentrok ini didasari oleh konflik sengketa lahan yang belum tuntas, akibat belum adanya kesepakatan tapal batas Riau-Sumut yang masih berada di kawasan hutan lindung. Kenyataan memicu enam warga Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai menjadi korban penembakan, yang diduga ditembak oleh oknum BKO Brimob Polda Sumut yang ditugaskan di PT MAI dengan berpakaian lengkap menggunakan senjata laras panjang.

Sementara lima warga Batang Kumu lainnya termasuk salah seorangnya kaum ibu yang belum ditemukan pihak keluarganya, dituding oleh korban ditahan oleh Oknum BKO Brimob PT MAI.

Pantauan Riau Pos (grup Sumut Pos) di Rumah Sakit Umum Daerah Pasirpengaraian, enam warga Batang Kumu Kecamatan Tambusai yang mengalami luka tembak tersebut, sebelum dilarikan ke RSUD Pasirpengaraian, sempat dibawa ke Puskesmas Tambusai. Lima dari enam warga Batang Kumu tersebut, dirujuk ke RSUD Pasirpengaraian untuk mendapatkan perawatan intensif. Korban bernama Rantau Sirait (27), Johanes Sitorus (35), Nomus Sihombing (34), Frangky Dolok Saribu (30), dan Osmar Sihombing (30).

Sedangkan korban Joni Sihotang (28) yang mengalami luka tembak di bahu kiri, kini dirawat di Puskesmas Tambusai Dalu-dalu.

Salah seorang korban bernama Frangky Dolok Saribu, menyebutkan, tujuan warga ke lahan konflik sengketa lahan seluas 5.800 hektar untuk melakukan perdamaian kesepakatan di lahan tersebut. Sekitar 150 masyarakat Batang Kumu Kecamatan Tambusai berkumpul di salah satu bukit, begitu juga karyawan, security PT MAI, termasuk BKO Brimob dan massa yang digerakkan perusahaan berada di bukit yang berbeda.

Dalam mediasi di lahan konflik itu, pihak perusahaan memasukkan satu unit alat buldozer untuk menumbangkan pohon sawit dan sawah masyarakat yang sudah ditanam.Aksi perusahaan itu, lanjutnya masyarakat tetap bersabar. Kemudian, jelang beberapa menit, pihak perusahaan kembali memasukan satu unit lagi alat berat Buldozer untuk merusak tanaman masyarakat. Tak pelak, masyarakat Batang Kumu habis kesabarannya. Lalu masyarakat beramai-ramai menghalau dan menyerang kernet buldozer, termasuk masyarakat yang diberdayakan PT MAI untuk melakukan perlawanan.

Kondisi memanas, baku hantyam tak terelakan. Bahkan, oknum BKO Brimob Polda Sumut di bawah komando Polres Tapanuli Selatan, sempat melepaskan tembakan ke udara, bahkan mengejar dan menembak warga hingga mengejar ke perkampungan dan lahan perkebunan.

‘’Saya terkejut, melihat darah dan rasa sakit yang kuat di bagian paha bagian kiri. Saya tak bisa berlari dan terjatuh hingga berusaha kabur dari lokasi. Ada sekitar 10 oknum BKO Brimob berpakaian lengkap dengan menggunakan laras panjang,’’ ujar korban luka tembak di belakang paha bernama Osmar Sihombing.

Ditambahkan Frangky Dolok Saribu (30), suasana memanas di daerah perbatasan sudah berlangsung 4 hari. Namun, baru kemarin terjadi bentrok karena perusahaan tidak memenuhi sepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Suedi Husein SH MH mengatakan bahwa dia sudah menugaskan Kapolres setempat untuk memeriksa kebenaran adanya penembakan tersebut. Sementara Kabid Humas Polda Riau, AKBP Syarif Pandiangan SH menegaskan bahwa Polda Riau sudah mengirimkan tim intelijen untuk melakukan investigasi terkait permasalahan perselisihan tersebut. ‘’TKPnya di wilayah orang, bukan wilayah Polda Riau, memang korbannya warga Rohul, jadi saya tidak bisa memberikan statemen,’’ kata Pandiangan.

Ditanya bagaimana penjelasan Polda Riau untuk mengatasi konflik perbatasan yang menjadi permasalahan berlarut-larut dari beberapa tahun lalu, Pandiangan mengatakan belum bisa memberikan pernyataan.

‘’Yang saja jawab, Sekarang intel sudah kita kerahkan, jadi kita tunggu laporan, soal konflik saya tidak bisa statemen,’’ kata Pandiangan.

Sedangkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro mengaku mengetahui kejadian tersebut melalui Polsek setempat. Menurut Wisjnu, laporan yang ia terima sampai tadi malam, korban jiwa akibat bentrok tersebut berjumlah 8 orang, 4 dari masyarakat 4 dari anggota Brimob. Bentrok berawal saat PT MAI mengerjakan lahan, tiba-tiba masyarakat yang mengklaim tanah yang dikelola PT MAI datang dan melarang. Melihat kejadian itu, petugas Brimob yang melakukan pengamanan. Akibatnya empat petugas Brimob mengalami luka bacok di kepala dan di tangan. Kini keempat anggota brimob tersebut dirawat di klinik rumah sakit PT MAI.

Sementara itu, karena mengalami luka-luka, anggota Brimob yang melakukan pengamanan melepaskan tembakan dan mengenai 4 warga. “Rencananya saya besok (hari ini, Red) usai melantik Wakapolda yang baru akan langsung berangkat melalui Pekanbaru untuk melihat korban di Rumah Sakit Pasirpengaraian,” ujar Wisjnu.

Wisjnu meminta dalam masalah tanah perlu perhatian semua pihak, Pemda, DPR, Kehutanan, pengusaha duduk bersama membahas masalah tanah. “Semua harus perhatian dalam mengatasi masalah tanah, bukan hanya polisi saja,” kata Wisjnu.

Lebih lanjut Wisjnu mengatakan sampai malam ini situasi sudah terkendali. Masyarakat meminta sebelum masalah tanah ini selesai pihak PT MAI tidak boleh mengerjakan lahan. Atas permintaan tersebut Wisjnu mengaku telah menyuruh pihak PT MAI tidak mengerjakan lahan.
“Sudah terkendali, masyarakat minta pihak PT MAI tidak melakukan pengerjaan lahan sebelum masalah sengketa tanah ini diselesaikan. Kita sudah minta pihak PT MAI untuk tidak mengerjakan lahan,” pungkas Wisjnu. (epp/rul/rpg/mag-5/jpnn) Source

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme