News Update :
Showing posts with label infrastructure development. Show all posts
Showing posts with label infrastructure development. Show all posts

Rumah Sakit Umum Kisaran Benahi Fasilitas Demi Kemajuan dan Penanganan Pasien untuk lebih baik

NSN/Kisaran - Mewujudkan Hal tersebut, Rumah Sakit Umum kisaran melakukan Pengembangan dan pembenahan baik dalam hal Pelayanan maupun Fasilitas yang tersedia di dalam Rumah Sakit. Dalam hal Pelayanan telah dilakukan pembenahan secara Profesional bagi masyarakat yang dating baik itu Pasien yang sedang dirawat di sana maupun pelayanan kepada Pengunjung.

Selama Direktur Rumah Sakit Umum Kisaran Dijabat oleh Dr. Herwanto, SPB, Rumah Sakit Umum Kisaran Terlihat semakin Baik, Fasilitas Kamar Rawat Inap sampai Lingkungan Rumah Sakit terlihat Sudah Lebih Baik dari Sebelunya.
Tidak dapat dipungkiri lagi Rumah Sakit Umum Kisaran telah memenuhi peningkatan pelayanan selama kepemimpinan Dr. HErwanto, SPB.
Rasa kekeluargaan sesame Dokter dan Paramedis yang terbina cukup baik dengan charisma kepemimpinan.
Dr. Herwanto turut berperan dalam mengarahkan pelayanan yan ada. Pembenahan Gedung UGD dan Penataan Rasana Perparkiran turut mengawali pengembangan Bangunan Fisik Rumah Sakit yang akan dibangun sesuai Master dan yang sudah ada.

Dalam hal ini Dr. Herwanto Spb Juga didampingi oleh Kabid Pelayanan Dr.H.Ibnu Yazid Shabri, SH turut membantu dalam pengelolaan Fasilitas-fasilitas yang ada di Rumah Sakit Umum Kisaran, Dr.H.Ibnu Yazid Shabri,SH Selalu ikut bagian untuk membantu Direktur Rumah Sakit Umum Kisaran dalam hal Penanganan Fasilitas-Fasilitas yang ada di Rumah sakit Umum Kisaran agar Dapat Dimanfaatkan para masyarakat yang dating berkunjung kerumah sakit, baik itu pelayanan dari pihak rumah sakit maupun Pengelolaan areal Rumah sakit yang ada.
Atas prestasi yang dicapai selama ini, Dr. Herwanto yang sudah lebih kurang 3,5 tahun memimpin RSU Kisaran, Menurut Informasi yang dapat dipercaya, akan dipromosikan
Oleh Bapak Kepala Daerah menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kab. Asahan, yang mana informasi ini sangat disambut dan didukung oleh seluruh kalangan yang ada.
Semoga Kinerja Dr. Herwanto, SPB, bisa menjadi Contoh untuk kepemimpinan yang lain. Demi Kemajuan Rumah Sakit Umum Kisaran. (Eks)

Pembangunan Masjid Agung dan Islamic Center Asahan Diduga Korupsi

NSN/Kisaran - Terkait dengan pembangunan Mesjid Agung dan Islamic Center. Kabupaten Asahan Tahap I yang terletak di jalan Sudirman Kisaran. Gowa Sumut melaporkannya ke Kejatisu, karena adanya “ dugaan tindakan pidana korupsi menyangkut masalah perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan (Addendum).
Dengan nomor suratnya : 241/LP/DPP-GSU/2012. Pelaksana PT. Kartika Indah Jaya, yang nilai kontraknya sebesar Rp. 4.975.709.000,- (Empat Milliar Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Sembilan Ribu Rupiah). Sumber dana berasal dari APBD 2011 tanggal mulai pekerjaan 12 September 2011 sesuai dengan proyek yang ada dilokasi.
Berdasarkan hasil temuan Gowa Sumut, diduga adanya penyimpangan, demikian ujar ketua DPP Gowa Sumut Satriawan Guntur Zass, SH saat ditemukan Wartawan Perjuangan dikantornya di Jalan Diponegoro Gg. Durian No.09 Kisaran Selasa (21/02) kemarin.
Adapun Item pekerjaan pembangunan Mesjid Agung dan Islamic Center Tahap I yaitu : Tiang Pancang dan Cor Pondasi. Menurut keterangan dari Pelaksana Kontraktor PT Kartika Indah Jaya yang bernama Rusli yang disampaikan berulang kali kepada Gowa Sumut.

    Kami diberi perpanjang waktu (Addendum) dalam menyelesaikan pekerjaan ini, ujarnya. Tetapi, kenyataannya walaupun diberi Addendum tak dapat menyelesaikan pekerjaan yang dimaksud. Bahkan, sampai Laporan ini disampaikan belum juga dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan ; Yakni masih dalam tahap pengecoran pondasi.
Berdasarkan keterangan Saudara Rusli, bahwa Masa Addendum telah berakhir. Lalu pihak Rekanan menawarkan kepada Dinas PU Pemkab Asahan, melalui Ketua Team Personal Hand Over (PHO) yang di Jabat oleh Saudara Rustam, yang juga selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Asahan. Saudara Rusli pun tidak mempermasalahkan, dari pada masuk Tahun Anggaran baru, walaupun hanya dinilai hasil pekerjaannya 60% saja.
Akan tetapi Sdr Rustam selaku Ketua Team PHO, tetap meminta Rekanan terus mengerjakan proyek tersebut, karena merasa didesak terus Rusli pun meminta perpanjang waktu 3 (Tiga) bulan kedepan. (Sekitar Maret 2012).
       Bahwa proses rekayasa hasil dokumen PHO pun dilakukan oleh Sdr. Rustam, ditengah rakyat di dunia ini bersukaria merayakan maraknya pengantin tahun 2011 – 2012 sampai tengah malam. Pihak Rekanan dipanggil untuk membuat kesepakatan “Rekayasa” dokumen. Sdr. Rustam memunculkan “Siasat” dengan menandatangani Berita Acara Kemajuan Hail Pekerja sampai mencapai 100%. (BA.100%).
Dalam dokumen PHO tersebut menerangkan, kalau pekerjaan pembangunan Mesjid Agung dan Islamic Center telah selesai 100% dan hasil yang dikerjakan cukup baik. Pada hal pada saat itu, pekerjaan masih berjalan 50%nan, sehingga apabila dilihat secara fakta fisik pekerjaan yang dinaksud belum selesai, dan tindakan rekayasa tersebut sangat mudah dibuktikan.
Terkait masalah Addendum tersebut diatas, GOWA sumut yang selama ini terus menerus mengikuti proses pekerjaan proyek dimaksud, sangat meyakini alas an addendum boleh dilakukan dalam keadaan “darurat”, misalnya :
    Bencana Alam ujar ketua GOWA Sumut memberi contoh. Tetapi, keterlambatan ini diduga adanya keterkaitan dari “Kebijakan Bupati” Kabupaten Asahan yang “Mendepositokan anggaran APBD 2011; dan dalam hal ini yang membuat pihak kontraktor kecewa berat.

       Skandal malam tahun baru itu, ternyata juga melibatkan “Oknum Pegawai Bank, Siapa Oknum pegawai Bank tersebut? Rusli enggan menjelaskannya, karena Sdr Rusli baru kenal malam itu juga. Tapi, menurut dugaan kami Oknum tersebut adalah seorang pegawai Bank Sumut, hal ini karena menyangkut dana-dana proyek semuanya disimpan di Bank Sumut.
Menyangkut berita Acara 100% yang secara logika tak terlepas dari pencairan dana proyek, yang seharusnya dicairkan 100% pula. Tapi yang terjadi dalam “Skandal Malam Tahun Baru” tersebut walaupun BA nya 100% telah ditanda tangani, akan tetapi pihak kontraktor hanya bias menerima haknya sebesar 60%; yang lebih ironis lagi dari 60% tersebut Sdr. Rustam menyandera “Rp.180.000.000,- tanpa alasan dan “Dasar Hukum” yang jelas. Bahkan menurut Sdr.Rustam, tidak jelas siapa yang menguasai uang Rp. 180.000.000,- tersebut saat ini.

Rekayasa Dokumen PHO inilah yang digunakan untuk mendapatkan tanda tangan dari DPPKA guna mencairkan dana proyek yang bersangkutan di Bank. Dari hasil investigasi GOWA sumut, dimana Dinas PU Pemkab
Asahan ternyata sudah mencairkan Semua “Anggaran Proyek” tersebut dari Dinas DPPKA atau anggaran yang disimpan di Bank Sumut Kisaran Kab. Asahan, sudah tidak lagi dibawah penguasaan DPPKA sebelum Pergantian Tahun Anggaran baru.
Dan anggaran tersebut sampai saat ini sebenarnya sudah masuk di Rekening Kontraktor, dengan kesepakatan yang dibuat “Ekstra Legal” (Diluar Ketentuan Hukum Yang Berlaku); Yaitu dengan menggunakan System “BLOKIR”. Peran penting pegawai Bank Sumut dilibatkan, bahkan “Rela” menghadiri pertemuan antara Ketua Team PHO Rekanan pada tengah malam. Seharusnya, apabila pemerintah sudah menetapkan “TUTUP BUKU” Anggaran, semua pekerjaan yang belum selesai dikerjakan harus berhenti dikembalikan kepada Kas Daerah atau Kas Negara, sebagai Sisa Anggaran yang seharusnya dikembalikan ke Kas Daerah atau Kas Negara sekitar Rp. 2.000.000.000,-; Hal ini tidak dilakukan oleh Team PHO, semua perbuatan diatas jelas bertentangan dengan perpres 54 tahun 2010 dan tindakan tersebut merupakan “TINDAKAN PIDANA KORUPSI” yang nyata.

Dari perbuatan melawan hokum yang dilakukan ketua team PHO, yaitu Sdr. Rustam tersebut, GOWA sumut menduga tidak berjalan sendiri; melainkan adanya” Campur tangan dan keterlibatan Bupati Asahan “dan Kepala DPPKA.(Eks)

Build Infrastructure, Pemko pleaded to the world bank loan

NSN/Tanjung Balai-Pemko Tanjung Balai will submit proposals of soft loans to the Asian Development Bank (ADB) and World Bank (WB), to finance the construction of various infrastructure supporting the industry.
Deputy Mayor of Council Rolel Harahap, Tuesday (17 / 1) explain, some time ago two representatives from financial aid Eksitensi Regional Financial Network visit to review the availability and the potential of existing infrastructure. Two men, had visited the island Bussusen, harbors, and buildings at the End of the Cape.
Rolel explained, although a study conducted Pemko Network is still raw, but realize the ideals of Council into a modern city in 2020 remains strong. Pemko Network, he added, remains optimistic, after two people from institutions such financial assistance to come and see first hand the construction site that will be implemented.
"Many programs have been studied although still 'raw'. But because the potential exists, then we believe a financial institution approved the proposed loan, "said Rolel.
Proposed soft loans, plus Rolel, planned industrial area allocated for Development Network in District Sei Tualang Raso with 300 ha area, the construction of port facilities and tourist areas Bussusen Island, the construction management industry and the construction of hydroelectric power sand using the tides.
Pemko Tanjungabalai, he added, will cooperate with private companies and regional (SOE) inside and outside the Network. Location Sumatra Shiokudengki or known SS Envy in North District Council meeting where the river water and river Silo Asahan potential hydroelectric power (hydropower).
"Construction of facilities and infrastructure are expected to invite investors from outside the country entered the Network. Automatically Network jobs in the city will increase, "he said.

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme