News Update :
Showing posts with label CCTV. Show all posts
Showing posts with label CCTV. Show all posts

Anggota Dewan (DPRD) Medan Resah, CCTV Amiruddin Beredar

MEDAN-Anggota DPRD Medan resah. Rekaman CCTV sang Ketua DPRD Medan, Amiruddin, yang bersitegang dengan seorang sekuriti Bandara Polonia berdar. Anggota dewan pun menganggap lembaga wakil rakyat itu pun dilecehkan.

“Kami sangat menyayangkan beredarnya rekaman CCTV tersebut, dalam permasalahan ini DPRD secara lembaga dilecehkan,” ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Arif.Pada CCTV itu memang tergambar Amiruddin yang saling dorong dengan petugas sekuriti di Terminal.

Keberangkatan Bandara Polonia belum lama ini. Karena itu, Ahmad Arif menyarankan DPRD Medan mengambil sikap. “Terkait masalah beredarnya CCTV kejadian di Bandara Polonia yang melibatkan Ketua DPRD, saya menyarankan agar DPRD melalui Komisi C untuk menindaklanjuti permasalahan ini dengan memanggil PT AP (Angkasa Pura) II,” kata Arif saat memberikan padangan umum di rapat Paripurna DPRD Medan, Senin (16/4).

Ditempat terpisah, Ketua Komisi C DPRD Medan, Ahie, menyatakan siap menindaklanjuti. Namun, sampai saat ini pihaknya belum ada menerima surat rekomendasi dari Ketua DPRD Medan, Amiruddin. “Seharusnya yang bersangkutan (Ketua DPRD Medan, Amiruddin) harus membuat surat ke kita (Komisi C). Bila ada surat pasti akan kita tindak lanjuti karena sudah melecehkan lembaga,” ucap Ahie.

Dikatakannya, sampai saat ini Komisi C belum ada menerima surat untuk melakukan pemanggilan PT Angkasa Pura II. “Sesuatu itu tidak akan ditindak lanjuti bila tidak ada bukti resmi surat. Kalau pemanggilannya memakai undangan biasa tidak perlu buru-buru,” ujarnya.

Dijelaskannya, Komisi C tidak akan ada campur tangan dalam permasalahan ini. Dimana pihaknya bekerja sesuai dengan prosedur. “Biarkanlah mereka menyelesaikan masalah ini. Kalau tidak ada bukti surat rekomendasi masuk akan dilakukan pemangilan biasa, tetapi kan nggak enak kalau seperti itu. Kita bekerja sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Sementara itu, Amiruddin dan pihak sekuriti telah saling bertemu di Ruang Opal Lantai 26, Grand Swiss Bell Hotel, Senin (16/4) malam. “Saya merasa bangga dengan yang dilakukan oleh pihak sekuriti Bandara Polonia Medan. Saya sebelumnya sudah minta maaf dengan petugas sekuriti, Fahru Rozi Nasution, Selasa (10/4) kemarin. Itu hanya misskomunikasi saja,” katanya yang duduk bersama dengan Fahru Rozi Nasution, GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Kol PNB Bram Bharoto, Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Firdaus, dan Kepala Divisi Pelayanan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Yohanes.

Amiruddin mengaku khilaf dan merasa semua permasalahan sudah selesai. “Tak perlu diperpanjang lagi karena saya sudah meminta maaf. Saya sendiri meminta maaf kepada Fahru Rozi Nasution terkait saling dorong-mendorong di tempat itu,” ucapnya.

Fahru Rozi mengaku, saat memeriksa tanpa sengaja mengenai alat vital Amiruddin. “ Saya juga meminta maaf kepada bapak Amiruddin atas peristiwa tersebut saat ini ditempat ini,” ujarnya.

GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Kol PNB Bram Bharoto juga menyatakan dan meminta kasus tersebut sudah selesai. “Kasus ini sudah selesai sampai disini dan sudah saling memaafkan di antara keduanya,” ungkapnya. (adl/jon)
Video Pemukulan Pegawai Bandara oleh Ketua DPRD Kota Medan

Video CCTV dari Sekolah Bodhicitta Pasca Guru Tabrak Murid Disita Polisi

MEDAN -Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Medan telah mengamankan video rekaman CCTV milik Sekolah Perguruan Buddhis Bodhicitta. Rekaman itu untuk mengetahui peristiwa mengakibatkan tujuh korban luka-luka yang terlindas mobil Avanza BK 1272 VQ milik Marini (22), guru TK sekolah tersebut, Jumat (2/3/2012).
Selain mengamankan CCTV, kepolisian juga telah membawa mobil Avanza silver yang dikemudikan Marini.
Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Rasya mengatakan, pihaknya akan melihat CCTV tersebut untuk mengetahui kronologis detai kejadian.
Menurutnya, hingga kini dari 17 korban yang dilarikan ke RS Columbia Asia, tidak ada korban jiwa. "Korban ada yang mengalami luka berat, ada juga yang luka ringan," kata Rasya sembari memerintahkan anggotanya membawa mobil tersebut ke Kantor Lantas Polresta Medan.
Rasya mengatakan, sang guru diancam pasal kelalaian mengakibatkan korban luka-luka.
"Kita lihat dulu kondisinya bagaimana," kata Rasya. Ia mengatakan saat ini pelaku belum berada ditangan kepolisian. "Tapi janji keluarganya nanti sore akan diserahkan. Kata keluarganya dia (Marini) masih syok," ujarnya.
Pantauan di tempat kejadian perkara, Polisi terlihat sudah memasang police line di tiga lokasi dihalaman sekolah tersebut.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah.
(fer/tribun-medan.com)

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme