News Update :
Showing posts with label Structured Settlement Companies. Show all posts
Showing posts with label Structured Settlement Companies. Show all posts

Choosing a Structured Settlement Company for a Lump Sum payment

J.G. Wentworth’s commitment to television advertising about buying structured settlement payments, has led many consumers ask, “What is a structured settlement?” and “What are structured settlement companies?”

A structured settlement is a financial settlement in a personal injury or wrongful death lawsuit, where payments are made to the plaintiff over time rather than as a lump sum.

So called structured settlement factoring companies offer individuals with structured settlements flexibility with their payments by buying some or all of the periodic payments in exchange for a lump sum of cash.

J.G. Wentworth started in 1994 and was among a group of leading structured settlement companies to promote legislation for the orderly regulation of the sale of structured settlement payments.

J.G. Wentworth distinguishes itself from other structured settlement companies with a focus on customer service, flexible purchase terms and our lowest discount rates in recent history. With respect to customer service J.G. Wentworth is one of the few structured settlement factoring companies to earn an A rating from the Better Business Bureau. In addition, J.G. Wentworth provides its customers with flexible terms that let them sell some or all of their payments. Finally, unlike brokers and many other structured settlement factoring companies, J.G. Wentworth has been successful at attracting institutional capital. As a result, J.G. Wentworth can pass some of that benefit along in its discount rates to its customers.
Article Source

Dalam Acara Musrebang Kecamatan di Hadiri Bupati Asahan dan Wakil Bupati

NLS/Asahan - Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP melakukan kunjungan ke Kecamatan untuk menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrebang) tingkat Kecamatan secara langsung.

Dihari pertama musrebang Kecamatan tersebut, Bupati Asahan menghadiri empat Kecamatan yakni, Kecamatan Kisaran Timur, Kecamatan Sei Dadap,Kecamatan Tanjung Balai dan Kecamatan Silau Laut. Menurut Jadwal musrebang dilaksankan selama dua hari, mulai 7-8 Februari 2012 diKecamatan.

Tujuan Bupati langsung menghadiri Musrebang tersebut adalah untuk memberikan motivasi dan mengarahakan rencana pembagunan sesuai visi dan misi Pemkab Asahan yakni Mewujudkan Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri.“ Saya paling suka membicarakan pembangunan dan saya sangat siap untuk membicarakanya, “ demikian kata Bupati Asahan saat menghadiri Musrebang di Kecamatan Kisaran Timur, Selasa,7 Februari 2012.

Dalam arahanya Bupati Asahan mengharapakan hasil musrebang merupakan kebutuhan pembagunan yang diususlkan oleh Desa dan Kecamatan, artinya pembangunan tersebut harus sudah benar-benar dibutuhkan dan usulan masyarakat. Diminta usulan pembangun jangan sampai tumpang tindih, misalnya rencana pengaspalan jalan diwilyah jalan kabupaten diususlkan oleh Desa, hal ini tidak benar dan usulan pasti akan dicoret. Dikecamatan lain Bupati Asahan juga menyebutkan hal yang serupa memberikan garis besar tujuan musrebang tersebut.

Selain Bupati Asahan mengujungi Musrebang Kecamatan, Wakil Bupati Asahan, H Surya Bsc juga melakukan kunjungan Musrebang ke Kecamatan yakni Kecamatan Sei Kepayang Timur dan Sei Kepayang Induk dan kunjungan akan dilanjutkan esok hari. Sementara itu dibulan Januari 2012 lalu pihak Kelurahan / Desa telah melaksanakan Musrebang.

Acara musrebang juga dihadiri oleh anggota dewan dari daerah pemilihan masing-masing seperti Kisaran Timur dihadiri oleh Zainuddin asal (PKS), H Siboro (PDS), Darwis Sirait (PPP), Abdul Kholik (PAN), begitu juga didaerah Sei Dadap, Tanjung Balai, dan kecamatan Silau Laut juga dihadiri anggota dewan. (Humas-1)

Source :

News from Asahannews

Hugo Cafe Ruang Orang Batak Perantau Melepas Penat

Hugo Cafe, Pelepas Rindu Kampung Halaman di Jakarta

BANTUAN: Suasana panggung live music di Hugo Cafe di Kalibata Jakarta Selatan. Cafe ini menawarkan suasana kampung halaman bagi perantau berdarah Batak.

"Merantau telah menjadi pilihan hidup berbagai suku di Nusantara sejak dulu. Satu dari sekian suku yang ‘doyan’ merantau adalah Batak. Nah, karena merantau, rindu kampung halaman pun menjadi hasrat yang harus dituntaskan. Di Jakarta, ada tempat yang dapat mewakili rindu kampung itu. Dia adalah Hugo Cafe."

Bagi warga Jakarta berdarah Batak yang bekerja di sekitar bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Hugo Cafe sepertinya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Apalagi, bagi mereka yang lelah bekerja seharian masih harus dihadapkan pada kemacetan Jakarta saat hendak menuju kediaman masing-masing. Jadi, daripada berlelah ria di jalan, mending menghibur diri sejenak. Pasalnya, cafe khas Sumatera Utara ini telah dibuka sejak pukul 17.00 WIB.
Hanya saja memang dari segi tempat, ruangan yang ada tidak begitu besar. Apalagi ia menyempil di antaran bangunan-bangunan perkantoran, persis hanya berjarak beberapa meter dari lampu merah pertigaan Duren Tiga-Kalibata, berhadapan dengan Optik Melawai.

Namun bicara nuansa yang dihadirkan, dijamin Anda akan jatuh cinta. Pasalnya, konsep yang diterjemahkan sang pemilik Jack Nainggolan, tidak seperti cafe kebanyakan. Pria Medan ini lebih mengutamakan pelayanan. Sehingga begitu memasuki cafe, pengunjung seperti berada di rumah sendiri. Saat Anda belum memesan hidangan aneka soft drink dan lain sebagainya sekali pun, dapat langsung memesan lagu yang paling disukai. Dan kalau mau, juga dapat langsung mengambil microphone dan bernyanyi. Maka dengan senang hati pemain keyboard akan melayani lagu apapun yang dipesan, asal lagu tersebut benar-benar dapat menghibur Anda.

Selepas senja demi menghadirkan suasana yang semarak, manajer kafe Darwin Nainggolan menghadirkan rangkaian live band, dipandu penyanyi-penyanyi solo maupun trio yang memang profesional di bidangnya. Sebut saja saat Sumut Pos menyambangi kafe tersebut, terlihat Nafiri Trio tampil dengan sejumlah lagu-lagu yang begitu familiar di telinga. Sebut di antaranya Hancur Au Ito, Haholongi Au Ito dan sejumlah lagu-lagu karya Dakka Hutagalung, terdengar lembut mengalun.

Sontak dengan lagu-lagu yang ada, pengunjung dibawa terbang. Hingga tidak dapat menahan diri hanya sekadar duduk diam. Bahkan mulai dari laki-laki maupun perempuan seakan tak sabar secara bergantian menyumbangkan lagu. “… unang tinggal hon au, sasada au lungun-lungunan…,” teriak seorang pengunjung yang terlihat begitu larut dalam lagu yang ia nyanyikan.

Tentu saja hal tersebut dapat terpenuhi, karena memang home band cafe ini orang-orang yang tidak diragukan lagi kemampuan bermusiknya. Sebut saja di antaranya sang gitaris, Gunawan Singarimbun. Pria ini tidak saja dikenal selama puluhan tahun malang melintang bermain musik di hotel-hotel bintang lima di Indonesia. Namun, ia juga dikenal sebagai seorang pencipta lagu, sekaligus pria belakang layar dibalik lahirnya sejumlah album-album Batak kenamaan. Demikian juga dengan sang pembetot bass, Bang Baron. Ia juga cukup dikenal di panggung musik Indonesia. Jadi tunggu apalagi lagi? Hugo Cafe siap menanti siapa saja warga Jakarta yang sangat mencintai musik etnik khas Sumatera Utara. Dan, bagi mereka yang lama tak pulang kampung, Hugo Cafe mungkin bisa menjadi pelepas dahaga.

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme