News Update :

Kelakuan Pelajar-Pelajar Wanita SMA ini Merusak Nama Baik Sekolah

Video Siswi SMA Pesta Miras.
Belum Selesai Berita Kehebohan tentang Rencana Konser Lady Gaga, Kini Muncul Lagi Berita yang cukup Menghebohkan Masyarakat dengan munculnya Video Pelajar-Pelajar Wanita yang sedang Pesta Miras di dalam angkutan umum. Didalam video itu terlihat ada 10 pelajar wanita SMA dengan seragam SMAN 3 Luwak, kabupaten Bangai Palu Tengah. Video yang direkam dengan menggunakan Handphone itu kini telah beredar di berbagai situs seperti youtube. Dalam video yang berdurasi 3:15 itu terlihat para pelajar wanita sedang asik mnghisap rokok dan pesta miras. Video itu di unggah k youtube pada tanggal 2 Mi 2012, diduga video diunggah oleh pemilih handphone sekaligus yang merekam video tersbut yang juga termasuk pelajar wanita SMAN 3 Luwak yang bernama Isabela.

Pihak Sekolah telah membenarkan bahwa pelajar-pelajar yang ada didalam video tersebut adalah benar pelajar dari SMAN 3 Luwuk. Rubiah Duru Batu selaku Kepala sekolah SMAN 3 juga memnyebutkan nama-nama Pelajar wanita yang ada didalam video tersebut. 10 Nama pelajar yang disebutkan antara lain, Amel, Mida, Lilis, Agnes, Cilang, Isabela (perekam video), Andini, Sagita, Dian, dan Esa. Menurut keterangan dari Rubiah, ke-10 siswi tersebut adalah siswi-siswi SMAN 3 Luwuk yang masih duduk di bangku kelas 2 atau XI (sebelas).

Rubiah mengatakan bahwa pihak sekolah dan pihak keluarga para siswi terkait telah melakukan kesepakatan bersama. Masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melibatkan polisi. Sekolah dan orangtua sepakat seluruh siswi yang terlibat dikembalikan pada orangtua masing-masing untuk dilakukan pembinaan.

Rubiah menegaskan kalau pihaknya sudah mengeluarkan ke-10 siswi tersebut dari sekolahnya. Ia menilai tindakan ke-10 siswi tersebut sudah tidak bisa ditolelir lagi karena sudah tentu mencoreng nama baik sekolah yang telah ia pimpin.

Video semacam ini kembali mengingatkan kepada para orangtua untuk tetap melakukan pengawasan kepada anaknya. Pergaulan yang salah bisa menjerumuskan anak pada hal yang negative.
Videonya : DISINI
(Images.youtube)
Article Source: forum.vivanews.com

Bupati Asahan Menegaskan Untuk Mensukseskan Pertanian di Kab.Asahan

NLS/Asahan – Kerugian Yang dialami Oleh Para Petani Sumut yang diakibatkan Indonesia Impor Pangan mencapai Rp125 triliun merupakan suatu kekecewaan bagi petani khususnya petani sumut, karena Propinsi Sumatera utara merupakan salah satu daerah penghasil beras di Indonesia.
Oleh karena itu, sebagai pemerintah seharusnya memperhatikan para petani yang ada di sumut sehingga para petani tidak merasa kecewa atas hasil pertaniannya tidak dihargai.

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP Berasama Wakil Bupati Asahan H Surya Bsc Baru-Baru ini Memberi Penegasan untuk upaya mensinkronisasikan rencana percepatan pembangunan khusunya Pertanian di Kab.Asahan.
Bupati Menegaskan Kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait agar mensukseskan Pertanian yang ada di Asahan, Melalui Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta Badan Ketahanan Pangan.

Penegasan yang disampaikan oleh Bupati Asahan kepada setiap SKPD tentang belum maksimalnya Daerah Hesa Air Genting menjadi Daerah pengasil Sayur-sayuran dan rencana perbaikan irigasi. Kemudian kelompok tani yang telah mendapat bantuan berupa Ternak agar memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, karena bagi mereka yang sudah mendapatkan bantuan tidak akan mendapatkan bantuan lagi untuk saat ini. Bantuan akan di prioritaskan kepada Kelompok tani yang memang belum pernah mendapatkan bantuan.

Selanjutnay Bupati Asahan menjelaskan kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan, soalnya selama ini program dinas tersebut hanya mengurusi kondisi hutan, padahal masih ada tugas yang terlupakan yakni tentang Perkebunan.
“Saya minta turuti perintah dan intruksi Bupati, karena saya ingin Pertanian di Asahan ini sukses. Maka kepada semua pegawai yang terlibat untuk dapat mengetahui program yang akan dilakukan, sebab kedepan saya akan tanyakan secara langsung, khsusunya kepada bagian program dan sekretaris,“ kata Bupati Asahan, Selasa, 15 Mei 2012 di Aula Dinas Pertanian Asahan dalam acara sinkronisasi percepatan Pertanian Asahan.

Sebelumnya dari kelima SKPD memaparkan program-programnya kepada Bupati Asahan. Pertama sekali dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Asahan, Ir Oktoni Eriyanto MM, Ketahanan Pangan, Jhoni Sihotang, Kepala Dinas Peternakan Ir Amir Husien, Dinas Perikanan M Syarief dan sekretaris Dinas Kehutan dan Perkebunan, Rafiani Ritonga.Sumber

Petani Sumatera Dirugikan Akibat Indonesia impor Pangan mencapai Rp125 triliun

NLS/Sumut - Diperkirakan dari 13 juta penduduk Sumut saat ini, tercatat 1,2 juta diantaranya merupakan rumah tangga petani, atau sekitar 3,6 juta jiwa masih merupakan petani.
Angka ini belum termasuk pekerja di lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu menurut anggota DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Martin Hutabarat, uang Rp125 triliun itu seharusnya beredar di petani Indonesia.

Petani di Sumatera Utara merupakan salah satu pihak yang paling dirugikan terkait impor bahan pangan Indonesia yang mencapai Rp125 triliun setiap tahun. Karena Sumut merupakan salah satu daerah penghasil beras.

“Bukannya justru memperkaya petani di luarnegeri. Apalagi itu untuk membeli bahan-bahan pangan yang dapat tumbuh subur di bumi Indonesia. Seperti beras, jagung dan gula. Besarnya angka itu berarti secara sadar bukan mau memakmurkan petani kita,”ungkap Martin saat berbincang dengan koran ini di Jakarta.

Menariknya, ketiga komponen impor utama bahan pangan yang disebutkan Martin ini, selama ini cukup dikenal menjadi andalan pertanian Sumatera Utara. Jadi wajar jika dinilai, impor sangat merugikan khususnya petani di Sumut. Karena akhirnya hasil pertanian yang mereka semakin tidak bernilai.
Oleh sebab itu, jika memang ingin mensejahterakan para petani, menurut Martin, pemerintah harus segera menerapkan kebijakan berani membeli harga jagung atau beras dari petani dengan harga yang lebih tinggi. Bukan justru seperti yang terlihat salah satunya sampai mengimpor beras untuk Sumut yang jumlahnya lebih dari ratusan ribu ton beberapa waktu lalu. Bahan pangan yang dihasilkan petani Sumut masih sangat melimpah. Sumber

1 Unit Rumah Serta Pemilik Rumah Hangus Terbakar

NLS/Kisaran - Dusun I Desa Subur Kec.Air Joman Minggu,(13/5) pada pukul 13:00wib Dihebohkan akibat satu Unit Rumah Terbakar dan Menewaskan Pemilik Rumah Sidik (62), Sedangkan Istri (50) dari Pemilik Rumah Mengalami Luka Bakar, Suheri (32) Anak Pemilik Rumah ikut terbakar. Sebelum Pemilik Rumah Merenggang Nyawa. Sempat di bawa ke Rumah sakit Setio Husodo jl. SM. Raja Kisaran, Tetapi Nyawa Pemilik Rumah Sidik (red) tidak Dapat Tertolong, sedangkan Istri dan Anaknya Masih dalam Perawatan Insentif di Rumah Sakit Setio Husodo.

Adapun Kejadian itu Terjadi Menurut Pengakuan Istri/Anak pemilik Rumah yang masih dapat terselamatkan mengakui bahwa kebakaran terjadi karena Api dari lilin Menyambar Bensin yang ada di Dalam Rumah.
Saat itu Sidik Pemilik Rumah Sedang menuangkan Minyak Kedalam Derigen-Derigen Eceran yang Akan di Jualnya. Kebetulan Sidik Seorang Penjual BBM Eceran. Saat Pengisian Bensin tersebut sidik tidak memperhatikan Lilin yang ada di dekatnya saat mengisi BBM kedalam Derigen sehingga Api dari Lilin Langsung Menyambar Bensin yang ada pada Sidik sehingga dengan seketika Api sudah Berkobar dan BBM yang ada didalam Derigen meledak. Akibat dari itu Sidik akhirnya tidak dapat tertolong dan menghanguskan Rumah serta Harta benda nya. Menurut istri Sidik, Kerugian yang di akibatkan kebakaran tersebut ditaksir ± Ratusan Juta.

Pada Saat Kebakaran terjadi, 4 Unit Pemadam Kebakaran Langsung diterjunkan Ke lokasi. Tetapi api sudah terlebih dahulu meluluh lantakkan rumah. Untuk menghindari Api merembes ke rumah lain, akhirnya dinas pemadam Kebakaran berhasil memadamkan Api. Saat Kejadian itu Camat dan Kepala Desa Air Joman Langsung Turun Ke lokasi Kebakaran. Setelah Kejadian itu, Camat dan Kepala Desa Menghimbau kepada Masyarakat agar Berhati-hati terhadap api, karena saat ini sedang musim kemarau sehingga api mudah mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Kebakaran Yang terjadi di Air Joman ini telah menewaskan Pemilik Rumah, sedangkan Istri dan anaknya mengalami luka bakar yang saat ini masih dirawat di rumah sakit Setio Husodo Kisaran. Sedangkan Harta benda mereka sudah habis total di telan api.
Himbauan kepada pemerintah setempat agar kiranya dapat memberi bantuan kepada keluarga korban sehingga dapat meringankan beban korban kebakaran ini.(Eks)

Pihak SPBU Kembali Mulai Menjatah BBM Kepada Masyarakat

NLS/Kisaran – Sejak Senin (4/5) Lingkungan SPBU disetiap Pangkalan sudah mulai terlihat kembali ramai oleh para masyarakat yang ingin mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Bensin di kota kisaran.
Banyak para masyarakat yang terlihat membawa derigen demi mendapatkan BBM, tetapi mereka harus merasa kecewa karena pihak SPBU tidak memperbolehkan kepada masyarakat yang ingin membeli BBM dengan Menggunakan Drigen.

Masyarakat yang membawa derigen sangat berharap bias mendapatkan BBM karena kebanyakan dari mereka datang dari Pedesaan yang jauh jangkauan dari SPBU.
Kekecewaan Terlihat di wajah-wajah mereka yang sebenarnya mendapatkan BBM untuk di jual di perkampungan dengan cara Eceran, dan Bagi Para yang tinggal di lingkungan SPBU menjadi kesempatan untuk mencari kuntungan dengan cara membeli BBM dengan Menggunakan Kenderaan, lalu setelah Tanki Kenderaan Terisi Penuh, BBM kemudian di Keluarin kembali dari dalam tanki untuk dipindahkan ke dalam drigen-derigen yang mereka namakan istilah ini dengan “Menyuling”.

Tidak Sedikit keuntungan yang mereka peroleh dari cara ini, karena mereka menjualnya kembali kepara pedagang BBM Eceran yang datang dari Pedesaan-Pedesaan dengan harga yang cukup tinggi. harga BBM dari SPBU mereka Beli dengan Harga Rp.4.500,- dan mereka menjualnya dengan Harga Rp.6000-6.500,-.

Masyarakat banyak yang berkomentar saat ditanyai tentang kesulitannya mendapatkan BBM ini, “Jika begini Susahnya untuk mendapatkan BBM lebih baik naikkan saja harga BBM asal Tidak dipersulit untuk memperoleh BBM” ada juga yang berpendapat “Jika BBM naik, Pemerintah Harus Memperhatikan Masyarakat Pedesaan yang Jauh untuk Menjangkau SPBU sebagai Tempat Pembelian BBM”

Akibat dari sulitnya mendapatkan BBM, masyarakat harus rela menunggu antrian yang panjang akibat dari ramainya para Suling’ers (Pengisian BBM dengan Kenderaan lalu mengisinya kembali kedalam Derigen).sampai kapan pemerintah dapat menyelesaikan persoalan BBM ini, Apakah akan Ada lagi Aksi-Aksi Demonstrasi tentang BBM..?
Kita lihat perkembangan dan bagaimana solusi dari Pemerintah.

Categories

 
Copyright © 2011. NEWS LINTAS SUMATERA . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme